Kandungan Mentega, Berbahaya Tetapi Masih Bermanfaat! Kok Bisa?

3 min read

Kandungan Mentega, Berbahaya Tetapi Masih Bermanfaat! Kok Bisa?

Kebanyakan makanan dikelompokkan ke dalam 2 jenis kategori yang berbeda, yaitu makanan sehat dan makanan yang buruk bagi kesehatan tubuh. Namun, lain lagi jika berbicara tentang mentega yang menuai banyak sekali kontroversi hingga saat ini.

Hal ini karena banyak sekali penelitian yang saling bertentangan antara satu sama lain. Beberapa diantaranya menunjukkan bisa meningkatkan kadar kolesterol dan menyumbat arteri seseorang, sementara yang lainnya malah bisa mendatangkan berbagai macam manfaat kesehatan terhadap pola makan yang tengah dijalani.

Alhasil, mentega pun seringkali diperdebatkan, apakah makanan tersebut masuk ke dalam jenis yang menyehatkan atau sebaliknya?

Nutrisi Mentega

Mentega termasuk ke dalam produk dairy yang dibuat dengan cara memisahkan lemak padat dari susu, dimana seringkali disebut sebagai buttermilk. Meskipun bahan masakan ini bisa dibuat dari berbagai macam jenis susu mamalia dimulai dari kambing, domba, hingga kerbau, tetapi yang paling umum adalah jenis yang dibuat dari susu sapi.

Dikarenakan kadar lemaknya yang sangat terkonsentrasi, membuat mentega menjadi kaya akan rasa dengan tekstur creamy saat dimakan. Namun selain lemak, anda pun masih bisa menemukan jenis nutrisi lainnya yang tak kalah memberi manfaat terhadap tubuh anda.

Menurut USDA, dari satu sendok makan mentega saja sudah mengandung gizi sebagai berikut:

  • Kalori: 102
  • Lemak Total: 11,5 gram
  • Vitamin A: 11% AKG
  • Vitamin E: 2% AKG
  • Vitamin B12: 1% AKG
  • Vitamin K: 1% AKG

Dengan begitu, tidak akan mudah memutuskan apakah mentega harus dimasukkan ke dalam jenis makanan baik atau buruk bagi kesehatan anda. Hal ini karena selain tinggi akan kalori dan lemak, mentega juga mengandung sejumlah nutrisi penting bagi tubuh anda.

Misalnya vitamin A, jenis nutrisi yang larut dalam lemak ini sangatlah dibutuhkan bagi kesehatan kulit, fungsi kekebalan tubuh, dan kesehatan penglihatan.

Selain itu anda pun bisa menemukan vitamin E dalam jumlah yang sedang, dimana bisa mendukung kesehatan jantung dan berperan sebagai antioksidan demi menjaga sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Tak lupa juga bahwa mentega mengandung sejumlah kecil nutrisi yang tidak disebutkan di atas, seperti riboflavin, niasin, kalsium, dan fosfor.

Manfaat Mentega

Dari sekian banyaknya nutrisi yang dimilikinya, membuat mentega mampu memberikan anda beragam manfaat kesehatan. Hanya saja, anda harus membatasi asupannya seketat mungkin karena terdapat sisi jelek yang mungkin tidak anda sadari sebelumnya.

Jika anda mampu mengkonsumsi mentega secara teratur dengan dosis yang tepat, maka anda bisa mendapatkan dua macam manfaat seperti:

1. Menjadi Sumber Asam Linoleat Terkonjugasi

Mentega merupakan sumber yang sangat baik dari asam linoleat terkonjugasi (CLA – conjugated linoleic acid), yaitu sejenis lemak yang bisa anda temukan di dalam daging merah dan produk dairy lainnya, yang mana nutrisi ini telah memiliki manfaat kesehatan yang nyata.

Dalam sebuah tes tabung sendiri telah membuktikkan bahwa CLA memiliki efek anti-kanker dan mampu membantu mengurangi perkembangan kanker payudara, usus besar, kolorektal, perut, prostat, hingga hati.

Penelitian lainnya juga memperlihatkan bahwa dengan mengkonsumsi suplemen CLA maka mampu mengurangi lemak perut dan membantu seseorang menurunkan berat badannya.

Tak hanya itu saja, CLA bahkan mampu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh sekaligus mengurangi penanda peradangan sehingga mendukung kesehatan tubuh menjadi lebih baik lagi.

Seperti misalnya dalam sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak 23 pria memperlihatkan bahwa dengan mengkonsumsi 5,6 gram CLA selama 2 minggu maka terjadi penurunan kadar beberapa protein yang terlibat dalam peradangan, termasuk Faktor Nekrosis Tumor dan Protein C-Reaktif.

Tetapi perlu diingat bahwa penelitian-penelitian diatas hanya menggunakan CLA yang terdapat dalam suplemen. Jadi, jika anda ingin mendapatkannya dari mentega, maka harus memperhatikan kadar yang harus anda konsumsi setiap hari dikarenakan adanya kandungan lemak dan kalori di dalamnya.

2. Mengandung Butirat

Selain asam linoleat terkonjugasi, mentega juga sangatlah kaya akan butirat, yaitu sejenis asam lemak rantai pendek yang telah terkait dengan berbagai macam manfaat kesehatan.

Butirat juga sebenarnya diproduksi oleh bakteri baik di dalam perut dan digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi bagi sel-sel di dalam usus anda. Namun tidak ada salahnya jika anda menambahkan kadarnya dengan cara mengkonsumsi mentega secara teratur.

Dengan begitu, tubuh anda pun mampu terhindar dari penyakit dengan cara mengurangi peradangan usus sekaligus mendukung penyerapan cairan dan elektrolit.

Disebutkan pula bahwa butirat mampu mengatasi sindrom iritasi usus (IBS), yaitu sebuah kondisi yang ditandai dengan gejala seperti sakit perut, perut kembung, konstipasi, dan diare.

Dikarenakan efek anti-radang yang dimilikinya jugalah, beberapa penelitian menemukan bahwa butirat bisa sangat bermanfaat bagi para penderita penyakit Crohn yang sedang menjalani pengobatan.

Bahaya Mentega

Namun dibalik manfaatnya yang mengagumkan, jangan pernah lupa bahwa mentega pun memiliki efek yang merugikan bagi tubuh. Sebagian besar efek buruk tersebut disebabkan oleh lemak dan kalori yang dimilikinya.

1. Tinggi Akan Lemak Jenuh

Tidak semua lemak diciptakan setara. Sayangnya, jenis lemak yang terdapat dalam mentega termasuk ke dalam jenis yang harus anda batasi semaksimal mungkin. Sebut saja lemak jenuh yang seringkali ditemukan dalam daging merah dan produk susu.

Faktanya, sekitar 63% lemak dalam mentega merupakan jenis lemak jenuh, sementara sisanya berupa lemak tak jenuh tunggal dan ganda, yang masing-masing berjumlah 26% dan 4%.

Secara historis, lemak jenuh telah dipercaya sebagai jenis yang sangat tidak menyehatkan bagi tubuh anda karena bisa menyebabkan penyumbatan pada arteri dan berpotensi menjadi penyakit jantung yang mematikan.

Tetapi bukan berarti anda harus menghindarinya secara total. Menurut Dietary Guidelines for Americans menyebutkan bahwa anda masih boleh mengkonsumsinya selama tidak melebihi 10% dari asupan kalori harian anda. Misalnya, jika kebutuhan kalori harian anda 2000, maka lemak jenuh tersebut tidak boleh melebihi 200.

2. Tinggi Akan Kalori

Selain lemak jenuh, mentega juga dikemas dengan kalori yang sangat tinggi, yaitu sebanyak 102 per satu sendok makannya. Jumlah tersebut sangatlah tinggi jika dibandingkan dengan jenis makanan sehat di luaran sana.

Asupan kalori yang tinggi tentunya bisa merusak pola makan sehat anda, terutama jika saat ini anda tengah berjuang dalam mengurangi berat badan berlebih. Dengan begitu, pastikan anda untuk membatasi mentega sebanyak mungkin jika sudah memiliki badan gemuk atau bahkan obesitas agar tidak mendatangkan berbagai macam penyakit berbahaya.

Cara Aman Mengkonsumsi Mentega

Kunci utama saat mengkonsumsi produk dairy yang satu ini adalah kadar harian yang harus selalu dihitung sebelum dimakan. Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa asupan yang aman dan dianjurkan oleh para ahli kesehatan adalah 10% dari total kalori harian anda.

Secara kasarnya, anda masih boleh mengkonsumsi mentega antara 1 hingga 2 sendok makan per hari, asalkan digabungkan dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat.